Sejarah CCTV

Posted by Moeclazh Favian Sabtu, 16 November 2013 0 komentar
Televisi sirkuit tertutup atau lebih dikenal dengan istilah CCTV adalah penggunaan kamera video untuk mengirimkan sinyal ke sebuah tempat tertentu, pada satu set monitor terbatas. CCTV sering digunakan untuk pengawasan di daerah-daerah yang mungkin perlu pemantauan seperti bank, kasino, bandara, instalasi militer, dan toko kenyamanan. Selain itu CCTV juga merupakan alat penting untuk pendidikan jarak jauh.

Untuk pertama kalinya system CCTV di pasang oleh Siemens AG pada tahun 1942, untuk mengamatai peluncuran roket V-2. Bagaimanakah perkembangan CCTV dari awal mula hingga sampai saat ini. Sistem CCTV pertama dipasang oleh Siemens AG pada Test Stand VII di Peenemünde, Jerman pada tahun 1942, untuk mengamati peluncuran V-2 roket. mencatat insinyur Jerman Walter Bruch bertanggung jawab untuk desain dan instalasi sistem.

Sistem perekaman CCTV masih sering digunakan di tempat peluncuran modern untuk merekam penerbangan roket, untuk menemukan kemungkinan penyebab kerusakan, sementara roket yang lebih besar sering dilengkapi dengan CCTV yang memungkinkan gambar-gambar menjadi tahap pemisahan ditransmisikan kembali ke bumi dengan link radio.

Penggunaan CCTV di kemudian hari menjadi sangat umum di bank dan toko untuk mencegah pencurian, dengan merekam bukti kegiatan kriminal. Penggunaannya lebih lanjut dipopulerkan konsep.Tempat pertama yang menggunakan CCTV di Britania Raya adalah King’s Lynn , Norfolk.

Di luar fasilitas pemerintah khusus, CCTV awalnya dikembangkan sebagai sarana meningkatkan keamanan di bank.Percobaan di Inggris selama tahun 1970-an dan 1980-an (termasuk CCTV luar ruangan di Bournemouth pada tahun 1985), menyebabkan beberapa program uji coba yang lebih besar kemudian dekade itu. Ini dianggap berhasil dalam laporan pemerintah “CCTV: Looking Out Untuk Anda”, yang dikeluarkan oleh Home Office pada tahun 1994, dan membuka jalan bagi peningkatan besar dalam jumlah sistem CCTV dipasang.


Di Amerika Serikat, sistem Camera CCTV pertama didirikan di gedung publik pada tahun 1969 di gedung New York City Kota. Praktek ini dengan cepat menyebar ke kota-kota lain dan segera dilaksanakan secara luas. Tidak seperti Inggris, CCTV Camera di ruang publik di Amerika Serikat jarang digunakan. Namun, pada 1970-an dan 80-an, gunakan CCTV menjadi lebih umum pada perusahaan rentan terhadap ancaman keamanan, seperti bank, toko serba ada, dan pompa bensin. Keamanan kamera dipasang di World Trade Center sebagai pencegahan setelah serangan teroris di tahun 1993. Dengan itu, ATM pertengahan 90an di seluruh negara itu umumnya dilengkapi dengan kamera Camera CCTV, dan toko ritel CCTV Camera banyak digunakan untuk mencegah pencurian.

Baca Selengkapnya ....

Adab Memperlakukan Rumah

Posted by Moeclazh Favian 0 komentar

Rumah adalah tempat berkumpul anggota keluarga. Berkaitan dengan rumah, Rasulullah SAW telah mencotohkan dan memberikan tuntunan bagaimana seharusnya memperlakukan dan beraktivitas di dalamnya.
1.        Bersyukur Memiliki Rumah
Rumah dalam Islam merupakan sebuah karunia dan kehormatan, karena itulah orang yang memiliki rumah harus banyak bersyukur. Allah berfirman: “Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: “Waktu bagi manusia dan (bagi ibadah haji); Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebajikan itu ialah kewajiban orang-orang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya, dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.” (Al-Baqarah [2]: 189).

2.        Berdoa Saat Keluar Rumah
Dianjurkan membaca doa sebelum keluar rumah: “Dengan menyebut nama Allah, aku berserah diri kepada Allah dan tiada daya dan upaya kecuali seizin Allah”. (Riwayat Tirmidzi).

3.        Berdoa Saat Masuk Rumah
Dianjurkan berdoa saat masuk rumah: “Dengan menyebut nama Allah kami memasuki rumah, dengan menyebut nama Allah kami keluar dan kepada Allah kami berserah diri.” (Riwayat Tirmidzi). Dilanjutkan dengan menucapkan salam.

4.        Tidak Bermegah-megahan dalam Membangun Rumah
Rasulullah SAW bersabda, “Hari kiamat tidak akan terjadi sampai manusia bermegah-megahan dalam membangun.” (Riwayat Bukhari). Tapi dianjurkan membangun rumah yang luas, sebagaimana sabda Nabi SAW, “Kebahagiaan seseorang pada rumah yang luas, tetangga yang sholeh, dan kendaraan yang menyenangkan.” (Riwayat Akhmad).

5.        Sering Dipakai Shalat Sunnah dan Membaca Al-Qur’an
Rasulullah SAW bersabda, “Jadikanlah sebagian dari shalat kamu (shalat sunnah) di rumahmu dan janganlah menjadikannya sebagai kuburan.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

6.        Tidak Memasukkan dan Memelihara Anjing di Rumah
Hal ini karena dalam banyak Hadits disebutkan, malaikat tidak memasuki rumah yang ada anjingnya. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang memelihara anjing selain anjing penjaga sawah, anjing penjaga kambing, atau anjing pemburu, maka pahalanya akan dikurangi setiap harinya sebanyak dua Qirath (seukuran gunung Uhud).” (Riwayat Bukhari).

7.        Mematikan Lampu dan Tidak Membiarkan Api Menyala
Rasulullah SAW bersabda, “Tutuplah pintu, baringkanlah botol tempat minumanmu, baliklah bejanamu, padamkanlah lampu, sesungguhnya setan tidak membuka yang tertutup, tidak menempati tempat minum (yang dibaringkan), dan tidak pula membuka bejana (yang dibalik). Sesungguhnya binatang kecil yang nakal (tikus) bisa menyebabkan kebakaran pada rumah seseorang.” (Riwayat Abu Daud). Demikian pula beliau mengingatkan, “Sesungguhnya api ini adalah musuh bagimu, maka jika kalian tidur padamkanlah api tersebut dari rumahmu.” (Riwayat Tirmidzi).

Baca Selengkapnya ....

Adab Memelihara Binatang

Posted by Moeclazh Favian Rabu, 13 November 2013 0 komentar

1.        MEMBERI MAKAN DAN MINUM
Memberi makan dan minum hewan peliharaan merupakan tanggung jawab pemiliknya. Orang yang memberi makan hewan mendapat pahala yang besar. Dari Abu Hurairah ia berkata, “ Rasulullah bercerita, pada suatu ketika ada seekor anjing mengelilingi sebuah sumur, anjing itu hampir mati kehausan. Tiba-tiba dia terlihat oleh seorang wanita pelacur bangsa Bani Israil. Maka dibukanya sepatu botnya, kemudian diciduknya air dengan sepatunya, lalu diberinya minum anjing yang hampir mati itu. Maka Allah mengampuni segala dosa wanita itu (dengan asbab amalnya memberi minum anjing itu).” (Riwayat Muslim).

2.        MENYAYANGI DAN MENGASIHINYA
Islam memerintahkan untuk menyayangi siapa saja termasuk hewan. Rasulullah bersabda, “Siapa tidak menyayangi, ia tidak akan disayangi.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

3.        TIDAK MENYIKSA
Ketika Rasulullah melihat orang-orang menjadikan burung sebagai sasaran anak panah, beliau bersabda, “Allah melaknat siapa saja yang menjadikan sesuatu yang bernyawa sebagai sasaran”. (Riwayat Abu Daud dengan Sanad Shahih). Suatu ketika Ibnu Umar melihat sekelompok orang melempar seekor ayam yang sengaja diikat, lalu dia berkata, “Barangsiapa yang melakukan perkara ini (menyiksa binatang), sesungguhnya Rasulullah melaknat siapa melakukan perkara ini.” (Riwayat Muslim).

4.        BUKAN UNTUK MENYOMBONGKAN DIRI
Islam melarang memelihara binatang ternak dengan tujuan untuk membanggakan diri. Rasulullah bersabda, “Kuda terbagi ke dalam tiga jenis, seseorang mendapatkan pahala (karenanya), seseorang mendapat pakaian (karenanya), dan seseorang mendapat dosa (karenanya). Adapun orang yang mendapatkan pahala karena kuda ialah orang yang mengikatnya di jalan Allah dan memperpanjang talinya di tanah lapang atau padang rumput. Maka apa saja yang terjadi pada kuda tersebut di tanah lapang atau padang rumput, maka orang tersebut mendapat kebaikan. Jika orang tersebut memotong talinya, kemudian kuda tersebut berjalan cepat satu langkah, atau dua langkah, maka jejak-jejaknya dan kotoran-kotorannya adalah kebaikan-kebaikan baginya.

Orang satunya mengikatnya karena ingin memperkaya diri namun ia tidak lupa hak Allah di leher, dan tulang punggung kudanya, maka kuda tersebut adalah pakaian untuknya. Sedang orang satunya mengikatnya untuk sombong, riya, dan permusuhan, maka kuda tersebut adalah dosa baginya.” (Riwayat Bukhari).

5.        MENUNAIKAN ZAKAT JIKA CUKUP NISABNYA
Dari Abu Dzar, ia berkata “Apabila seseorang memiliki unta, sapi (lembu) atau kambing (termasuk biri-biri), (lalu) tidak menunaikan haknya (zakat), maka pada hari kiamat nanti ia (akan datang kepada tuannya dengan) kelihatan lebih besar dan gemuk  daripada dirinya yang biasa. Ternaknya itu akan menginjak-injaknya dengan tapak kaki mereka dan menanduknya dengan tanduk-tanduknya. Setelah selesai gerombolan ternak terakhir menginjaknya, maka (gerombolan ternakan) yang pertama akan mengulanginya pula. Itulah hukuman yang (bakal) dia peroleh. (Riwayat Bukhari).

Baca Selengkapnya ....

Pantai Lombang

Posted by Moeclazh Favian Sabtu, 09 November 2013 0 komentar


Pantai Lombang adalah salah satu pantai yang terletak di kabupaten Sumenep, Madura. Pantai ini tepatnya terletak di sebelah timur Sumenep, kira-kira 25km dari kota Sumenep tepatnya di kecamatan batang-batang. Pantai lombang merupakan salah satu wisata alam unggulan di bumi sumekar. Di pantai ini, selain deburan ombak yang cukup tenang dan pasir putih yang sangat halus, para pengunjung juga akan disuguhi dengan rimbunnya pohon cemara udang yang berjajar mengikuti garis bibir pantai. Dalam pelafalan Madura pantai Lombang disebut ‘lombheng’, Sejak jaman Belanda pantai lombang sudah dikenal sebagai lokasi wisata.

Di pantai Lombang juga terdapat pohon cemara udang yang merupakan tumbuhan endemi pantai ini. Cemara udang memiliki tinggi sekitar 4 meter di atas tanah, namun tidak seperti cemara pada umumnya yang tegak, pada cemara udang membungkuk sehingga nampak seperti udang. Ditengah kondisi cuaca di pulau Madura yang terkenal panas, berlindung dibawah rerimbunan daun pohon cemara ini dapat sedikit menghela cuaca panas tersebut.

Banyak cerita tentang cemara udang, konon pohon cemara udang ini hanya tumbuh di Pantai lombang dan beberapa pantai di perairan laut Tiongkok. Dan pohon cemara udang yang ada di pantai Lombang berasal dari daratan tiongkok. Menurut sejumlah kisah keberadaan cemara udang erat kaitanya dengan ekspedisi besar kekaisaran negeri Tiongkok pada abad 15, di perairan nusantara.

Salah satu kelebihan pantai Lombang adalah pantai ini masih sangat alami karena di pantai ini tidak ada satu pun bangunan yang dapat merusak pemandangan. Bahkan, disekitar pantai pun tidak ada hotel. Hal ini bertujuan untuk menjaga kelestarian dan kealamian pantai lombang. Pantai lombang juga mempunyai kelebihan dan nilai plus yaitu pohon cemara udang yang banyak hidup di pantai Lombang, karena struktur tanah dan pasir pantai ini berbeda dengan kebanyakan pantai di Indonesia bahkan Asia. Pasir pantai Lombang ini sangatlah murni karena selain berfungsi sebagai penyuburan tanah untuk keindahan pantai dan pohon cemara pantai lombang, pantai ini juga berfungsi sebagai penelitian mahasiswa, mata pencaharian penduduk, percobaan manasik haji, dan untuk penimbunan pohon bonsai.

Selain itu keunggulan dari pantai lombang adalah pasirnya yang dapat di tambang dan di manfaatkan sebagai alat alternatif kesehatan. Tepatnya terletak sekitar ½ km dari pantai lombang kecamatan batang-batang. Penambangan pasir tersebut masih belum berpengaruh terhadap ekosistem yang ada disekitar pantai. Berbeda dengan pasir-pasir lainnya yang rusak akibat di tambang oleh para penambang pasir. Seperti contoh, yang terjadi pada penambangan pasir di Indonesia. Salah satunya adalah di provinsi kepulauan Riau. Kegiatan para penambang pasir tersebut telah mengeruk jutaan ton pasir setiap hari dan mengakibatkan kerusakan ekosistem pesisir pantai yang cukup parah. Namun hal itu tidak terjadi di pantai lombang. Walaupun para penambang pasir sering mengeruk jutaan pasir di pantai lombang, kondisi dan ekosistem pantai tetap tidak rusak.

Masyarakat sekitar saat ini sangat menjaga kelestarian pantai lombang. karena sebagian masyarakat menggunakan alas tidur dengan pasir putih yang mempunyai banyak manfaat, diantaranya digunakan untuk menurunkan tekanan darah dan digunakan juga sebagai pengganti kasur di saat istirahat. Selain itu, masyarakat memanfaatkan pasir sebagai pengobatan tradisional kesehatan. Diantaranya yaitu pengobatan reumatik dengan cara menimbun sebagian anggota tubuh yang sakit dengan pasir karena butir-butir pasir tersebut membantu memperlebar pembuluh darah sehingga peredaran darah menjadi lancar. Di dalam pasir tersebut juga terdapat kandungan garam yang yang tinggi sehingga tidak terdapat kuman didalamnya, dan kuman tidak gampang masuk dalam tubuh kita.

Disamping itu, pantai Lombang juga mempunyai banyak hiburan untuk anak-anak salah satunya adalah naik kuda dan naik Jhukong (perahu kecil). Naik Jhukong misalnya, dengan hanya membayar dua ribu rupiah kita sudah bisa berkeliling di sepanjang pantai Lombang. Sedangkan untuk naik kuda kita cukup membayar lima ribu rupiah.

Baca Selengkapnya ....

Biografi Jalaluddin Rumi

Posted by Moeclazh Favian 0 komentar
Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al Khattabi al-Bakri (Jalaluddin Rumi) atau sering pula disebut dengan nama Rumi adalah seorang penyair sufi yang lahir di Balkh (sekarang Afganistan) pada tanggal 6 Rabiul Awwal tahun 604 Hijriah, atau tanggal 30 September 1207 Masehi. Ayahnya masih keturunan Abu Bakar, bernama Bahauddin Walad. Sedang ibunya berasal dari keluarga kerajaan Khwarazm. Ayah Rumi seorang cendekia yang saleh, ia mampu berpandangan ke depan, seorang guru yang terkenal di Balkh. Saat Rumi berusia 3 tahun karena adanya bentrok di kerajaan maka keluarganya meninggalkan Balkh menuju Khorasan. Dari sana Rumi dibawa pindah ke Nishapur, tempat kelahiran penyair dan ahli matematika Omar Khayyam. Di kota ini Rumi bertemu dengan Attar yang meramalkan si bocah pengungsi ini kelak akan masyhur yang akan menyalakan api gairah Ketuhanan.

Bagi sebagian kalangan khususnya pecinta syair, pecinta sastra dan kalangan sejarawan islam. Nama Jallaludin rumi’ pasti tidak asing lagi. Beliau adalah ulama’ besar, sufi dan juga seorang penyair. Bersama Syaikh Hisamuddin pula, Rumi mengembangkan Thariqat Maulawiyah atau Jalaliyah. Thariqat ini di Barat dikenal dengan nama The Whirling Dervishes (para Darwisy yang berputar-putar). Nama itu muncul karena para penganut thariqat ini melakukan tarian berputar-putar, yang diiringi oleh gendang dan suling, dalam dzikir mereka untuk mencapai ekstase. Atau yang sering kita sebut sebagai tarian Darwish. Selama 15 tahun terakhir masa hidupnya beliau berhasil menghasilkan himpunan syair yang besar dan mengagumkan yang diberi nama Masnawi. Buku ini terdiri dari enam jilid dan berisi 20.700 bait syair.

Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al Khattabi al-Bakri (Jalaluddin Rumi) atau sering pula disebut dengan nama Rumi adalah seorang penyair sufi yang lahir di Balkh (sekarang Afganistan) pada tanggal 6 Rabiul Awwal tahun 604 Hijriah, atau tanggal 30 September 1207 Masehi. Ayahnya masih keturunan Abu Bakar, bernama Bahauddin Walad. Sedang ibunya berasal dari keluarga kerajaan Khwarazm. Ayah Rumi seorang cendekia yang saleh, mistikus yang berpandangan ke depan, seorang guru yang terkenal di Balkh. Saat Rumi berusia 3 tahun karena adanya bentrok di kerajaan maka keluarganya meninggalkan Balkh menuju Khorasan. Dari sana Rumi dibawa pindah ke Nishapur, tempat kelahiran penyair dan alhi matematika Omar Khayyam. Di kota ini Rumi bertemu dengan Attar yang meramalkan si bocah pengungsi ini kelak akan masyhur yang akan menyalakan api gairah Ketuhanan.


Di samping kepada ayahnya, Rumi juga berguru kepada Burhanuddin Muhaqqiq at-Turmudzi, sahabat dan pengganti ayahnya memimpin perguruan. Rumi juga menimba ilmu di Syam (Suriah) atas saran gurunya itu. Ia baru kembali ke Konya pada 634 H, dan ikut mengajar pada perguruan tersebut. Setelah Burhanuddin wafat, Rumi menggantikannya sebagai guru di Konya. Dengan pengetahuan agamanya yang luas, di samping sebagai guru, ia juga menjadi da’i dan ahli hukum Islam. Ketika itu di Konya banyak tokoh ulama berkumpul. Tak heran jika Konya kemudian menjadi pusat ilmu dan tempat berkumpul para ulama dari berbagai penjuru dunia.

Kesufian dan kepenyairan Rumi dimulai ketika ia sudah berumur cukup tua, 48 tahun. Sebelumnya, Rumi adalah seorang ulama yang memimpin sebuah madrasah yang punya murid banyak, 4.000 orang. Sebagaimana seorang ulama, ia juga memberi fatwa dan tumpuan ummatnya untuk bertanya dan mengadu. Kehidupannya itu berubah seratus delapan puluh derajat ketika ia berju

Masa kecil Rumi, adalah masa pendidikan keras yang diterimanya. Ia tumbuh menjadi seorang lelaki yang kaku, selain Qur’an, hadits, fiqh, tafsir dan filsafat ia tak mau mempelajarinya. Sampai kemudian ia bertemu dengan seorang yang merubah hidupnya. Syamsi Tabriz, seorang sufi yang dengan tenang pernah membuang buku-buku filsafat Rumi ke dalam sumur. “Buku ini sangat rumit dan sulit dipahami,” katanya sambil melempar buku-buku tebal Rumi ke dasar sumur. Kontan saja, Rumi marah besar dibuatnya dan mengatakan betapa besar kerugian akan peristiwa itu. Tapi Syamsi, masih tenang. Tak banyak bicara ia menarik keluar buku-buku Rumi. Ajaib, semuanya utuh tak basah meski hanya selembar saja. Peristiwa itulah yang membuat Rumi memohon untuk menjadi murid Syamsi.

Suatu saat, seperti biasanya Rumi mengajar di hadapan khalayak dan banyak yang menanyakan sesuatu kepadanya. Tiba- tiba seorang lelaki asing–yakni Syamsi Tabriz–ikut bertanya, “Apa yang dimaksud dengan riyadhah dan ilmu?” Mendengar pertanyaan seperti itu Rumi terkesima. Kiranya pertanyaan itu jitu dan tepat pada sasarannya. Ia tidak mampu menjawab. Berikutnya, Rumi berkenalan dengan Tabriz. Setelah bergaul beberapa saat, ia mulai kagum kepada Tabriz yang ternyata seorang sufi. Ia berbincang-bincang dan berdebat tentang berbagai hal dengan Tabriz. Mereka betah tinggal di dalam kamar hingga berhari-hari.

Sultan Salad, putera Rumi, mengomentari perilaku ayahnya itu, “Sesungguhnya, seorang guru besar tiba-tiba menjadi seorang murid kecil. Setiap hari sang guru besar harus menimba ilmu darinya, meski sebenarnya beliau cukup alim dan zuhud. Tetapi itulah kenyataannya. Dalam diri Tabriz, guru besar itu melihat kandungan ilmu yang tiada taranya. Rumi benar-benar tunduk kepada guru barunya itu. Di matanya, Tabriz benar-benar sempurna.

Kumpulan puisi Rumi yang terkenal bernama al-Matsnawi al-Maknawi konon adalah sebuah revolusi terhadap Ilmu Kalam yang kehilangan semangat dan kekuatannya. Isinya juga mengeritik langkah dan arahan filsafat yang cenderung melampaui batas, mengebiri perasaan dan mengkultuskan rasio. Diakui, bahwa puisi Rumi memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan para sufi penyair lainnya. Melalui puisi-puisinya Rumi menyampaikan bahwa pemahaman atas dunia hanya mungkin didapat lewat cinta, bukan semata-mata lewat kerja fisik. Dalam puisinya Rumi juga menyampaikan bahwa Tuhan, sebagai satu-satunya tujuan, tidak ada yang menyamai.

Ciri khas lain yang membedakan puisi Rumi dengan karya sufi penyair lain adalah seringnya ia memulai puisinya dengan menggunakan kisah-kisah. Tapi hal ini bukan dimaksud ia ingin menulis puisi naratif. Kisah-kisah ini digunakan sebagai alat pernyataan pikiran dan ide. Banyak dijumpai berbagai kisah dalam satu puisi Rumi yang tampaknya berlainan namun nyatanya memiliki kesejajaran makna simbolik. Beberapa tokoh sejarah yang ia tampilkan bukan dalam maksud kesejarahan, namun ia menampilkannya sebagai imaji-imaji simbolik. Tokoh-tokoh semisal Yusuf, Musa, Yakub, Isa dan lain-lain ia tampilkan sebagai lambang dari keindahan jiwa yang mencapai ma'rifat. Dan memang tokoh-tokoh tersebut terkenal sebagai pribadi yang diliputi oleh cinta Ilahi.

Rumi memang bukan sekadar penyair, tetapi ia juga tokoh sufi yang berpengaruh pada zamannya. Rumi adalah guru nomor satu tarekat Maulawiah –sebuah tarekat yang berpusat di Turki dan berkembang di daerah sekitarnya. Tarekat Maulawiah pernah berpengaruh besar dalam lingkungan Istana Turki Utsmani dan kalangan seniman pada sekitar tahun l648. Sebagai tokoh sufi, Rumi sangat menentang pendewa-dewaan akal dan indera dalam menentukan kebenaran. Pada zamannya, ummat Islam memang sedang dilanda penyakit itu.


Bagi kelompok yang mengagung-agungkan akal, kebenaran baru dianggap benar bila mampu digapai oleh indera dan akal. Segala sesuatu yang tidak dapat diraba oleh indera dan akal, cepat-cepat mereka ingkari dan tidak diakui. Padahal, menurut Rumi, justru pemikiran semacam itulah yang dapat melemahkan iman kepada sesuatu yang ghaib. Dan karena pengaruh pemikiran seperti itu pula, kepercayaan kepada segala hakekat yang tidak kasat mata, yang diajarkan berbagai syariat dan beragam agama samawi, bisa menjadi goyah.

Rumi mengatakan, “Orientasi kepada indera dalam menetapkan segala hakekat keagamaan adalah gagasan yang dipelopori kelompok Mu’tazilah. Mereka merupakan para budak yang tunduk patuh kepada panca indera. Mereka menyangka dirinya termasuk Ahlussunnah. Padahal, sesungguhnya Ahlussunnah sama sekali tidak terikat kepada indera-indera, dan tidak mau pula memanjakannya.”

Bagi Rumi, tidak layak meniadakan sesuatu hanya karena tidak pernah melihatnya dengan mata kepala atau belum pernah meraba dengan indera. Sesungguhnya, batin akan selalu tersembunyi di balik yang lahir, seperti faedah penyembuhan yang terkandung dalam obat. “Padahal, yang lahir itu senantiasa menunjukkan adanya sesuatu yang tersimpan, yang tersembunyi di balik dirinya. Bukankah Anda mengenal obat yang bermanfaat? Bukankah kegunaannya tersembunyi di dalamnya?” tegas Rumi.

Pada tanggal 5 Jumadil Akhir 672 H atau 17 Desember 1273 dalam usia 68 tahun Rumi dipanggil ke Rahmatullah. Tatkala jenazahnya hendak diberangkatkan, penduduk setempat berdesak-desakan ingin mengantarkan kepulangannya. Malam wafatnya beliau dikenal sebagai Sebul Arus (Malam Penyatuan). Sampai sekarang para pengikut Thariqat Maulawiyah masih memperingati tanggal itu sebagai hari wafatnya beliau.

Baca Selengkapnya ....
Berbagi Informasi | Copyright of moeclazh.blogspot.com.